Ticker

6/recent/ticker-posts

Tata Cara Tobat Nasuha Lengkap Doa, Syarat dan Waktu yang Mustajab

Tata Cara Tobat Nasuha - Para pembaca sahabat brinkas', marilah kita selalu ber syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan kenikmatan kepada kita semua. Pada kesempatan ini, izinkan mimin berbagi ihwal makna dan hakikat bertobat. Tobat berarti `kembali', sedangkan bila diartikan, tobat adalah kembali dari kondisi jauh dari Allah menuju kedekatan kepada-Nya.

Sebagai manusia pasti mempunyai kesalahan baik itu kepada Allah atau kepada makhluk. Islam mengajarkan ketika kita mempunyai salah kepada sesama manusia maka, segera meminta maaf, terlebih pula saat bersalah terhadap Allah.

Segeralah meminta ampun (bertobat) kepada-Nya dan tidak akan mengulanginya kembali Allah berfirman dalam surah at-Tahrim ayat ke-8: "Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh." Makna dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan orang yang beriman untuk bertobat dengan sungguh-sungguh.

Allah menunjukan sifat rahman dan rahim-Nya sehingga dalam kondisi bagaimanapun kita diperintahkan untuk selalu bertobat, segera menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, agar tobat kita diterima.

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun, manusia yang terbaik ialah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan, dia langsung bertobat sebenar-benar tobat, bukan sekadar tobat sesaat yang masih terkotori dengan niat untuk mengulangi kesalahan serupa.

Source : diadona.id



berikut mimin telah merangkum mengenai syarat dan tata cara untuk taubat nasuha dari berbagai sumber :

1. Beragama Islam

Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam QS. An-Nisa ayat 18,

"Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih".

2. Tulus ikhlas.

Ketika Anda benar-benar menyesal atas kesalahan yang telah diperbuat, sebaiknya dengan sungguh-sungguh mengharap ridho Allah.

3. Mengakui Dosa

Syarat tobat selanjutnya dengan mengakui segala dosa yang telah menumpuk selama ini. Sampaikan pada Allah SWT melalui doa, sampaikan segala penyesalan Anda dengan penuh permohonan maaf.

4. Menyesali Perbuatan

Rasa penyesalan yang kuat dari penyampaian dosa serta permohonan maaf akan memperkuat hati untuk lebih takut pada Allah. Rasa takut yang muncul akan membuat seseorang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

5. Meninggalkan Perbuatan Dosa

Syarat tobat berikutnya dengan meninggalkan perbuatan dosa yang sama. Jika dosa dalam bentuk meninggalkan perintah agama, maka kali ini ubahlah pribadi Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Apabila dosa karena melakukan hal-hal yang dilarang agama, maka tinggalkanlah perbuatan tersebut. Hal ini sesuai dengan yang ada dalam kitab suci Alquran surat Al-Imran ayat 135:

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui".

6. Menyelesaikan Urusan

Syarat tobat Anda diterima oleh Allah SWT selanjutnya dengan menyelesaikan urusan dengan orang yang pernah disakiti. Menjalin hubungan yang baik dengan sesama, merupakan salah satu bentuk ibadah.

Sampaikan maaf yang tulus pada orang lain yang pernah Anda sakiti, supaya tidak menjadi penghalang kelak di akhirat.

Mengubah diri menjadi pribadi yang habluminannas dan habluminallah dengan seimbang. Cara beribadah dalam Islam tidak hanya antara manusia dengan Tuhan semata, namun juga dalam berperilaku dan berkehidupan.

Baca Juga : Amalan dan Doa Pelebur Dosa

Jenis Taubat

Tobat nasuha ialah tobat yang telah mencapai puncak kesempurnaan, serta dilakukan secara maksimal. Pribadi yang benar-benar tidak kembali maksiat atau melakukan perbuatan dosa, dan kembali taat.

Tobat nasuha yang baik ialah menjadi diri yang benar-benar bersih, mencoba mengikuti suri tauladan Rasul. Seseorang yang mulai menyadari untuk tidak mudah tergoda akan kenikmatan dunia, dan menunjukkan amal yang baik. Mampu menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat sesuai porsinya.

Dalam Ensiklopedia Islam yang mengutip dari kitab suci Alquran, membagi jenis tobat menjadi tiga, yaitu:

1. Tobat

Tobat ialah kembali dari perbuatan jahat kepada ketaatan karena takut pada murka Allah SWT. Tertuang dalam surah An-Nur ayat 31, Allah berfirman:

"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung".

2. Inabat

Inabat ialah kembalinya seseorang yang baik menjadi lebih baik, karena mengharap pahala dari Allah. Seperti yang tercantum dalam kitab suci Alquran, surah Qaf ayat 32 hingga 33:

"Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturanperaturan-Nya), (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah".

3. Awbah

Awbah adalah orang-orang yang bertobat bukan karena takut dan tidak mengharap tambahan pahala, melainkan mengikuti perintah Allah SWT. Hal ini sesuai dalam surah Sad ayat 30, Allah berfirman:

"Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, Dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhannya)".

Sebab Tobat Diterima

Jika Anda sungguh-sungguh ingin bertobat dari dosa dan kesalahan, tidak perlu ragu untuk bertindak karena Allah Maha Pemaaf. Sebab-sebab taubat diterima oleh Tuhan sebagai berikut:

  1. Karena Allah Maha Mengasihi dan Maha Pengampun.
  2. Supaya hamba Allah bersih dari dosa dan memperoleh kebahagian di surga kelak.
  3. Orang yang taubat tidak mengulangi dosa yang pernah diperbuat
  4. Mencegah dari kejahatan dan umat muslim lebih banyak melakukan kebaikan.
Source : bincangsyariah.com

Tata Cara Tobat Nasuha

Tata cara tobat nasuha dapat dilakukan oleh seorang hamba melalui ucapan istighfar setiap harinya dan setiap kali melakukan kesalahan kecil.

1. Berucap Istighfar dan Maaf

"Barang siapa memperbanyak istighfar niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka". (HR. Ahmad)

ASTAGHFIRULLAHALADZIM
Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung

Bacaan Saiyyidul Istighfar

"ALLAHUMMA ANTA RABBI LAA ILAAHA ILLAA ANTA. KHALAQTANII WA ANA ABDUKA, WA ANA ALA AHDIKA WA WADIKA MASTATHATU. AUDZUBIKA MIN SYARRI MAA SHANATU. ABUU-U LAKA BINIMATIKA ALAYYA, WA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FA INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA".

Artinya:

"Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada illah yang berhak aku sembah selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Aku berada di atas janjiMu, semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat (yang Engkau anugerahkan) kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau".

2. Menyesal dengan Sungguh-sungguh

Setelah Anda mengucap istighfar dengan tulus ikhlas, buktikan penyesalan yang sungguh-sungguh pada Allah SWT.

Apabila kesalahan yang sengaja meninggalkan salat, maka ketika sadar harus segera istighfar dan mengqada salat. Sampaikan dalam uraian doa seusai salat betapa menyesalnya Anda karena tekah sengaja meninggalkan ibadah wajib.

3. Meninggalkan Dosa Besar dan Pemicunya

Perbuatan zina dan meninggalkan salat dengan sengaja termasuk dalam dosa besar, serta beberapa yang lain. Jika Anda sungguh ingin bertobat, tinggalkan perbuatan dosa besar tersebut, sekaligus berbagai dosa kecil yang dapat memicu untuk melakukan hal yang sama.

4. Tekad Kuat Tidak Mengulangi

Tata cara tobat nasuha selanjutnya dengan menguatkan tekad Anda untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, baik kecil hingga besar. Ketika tidak sengaja berbuat dosa kecil, segeralah memohon ampun dan berucap istighfar.

5. Dekatkan Diri pada Allah

Mengubah pribadi Anda menjadi lebih baik dan kembali taat sesuai ajaran Islam, melalui mendekatkan diri pada Allah.

6. Salat Tobat

Tata cara tobat selanjutnya dengan menunaikan salat sunnah taubat. Waktu yang mustajab untuk melakukan tobat tentunya pada setiap kali Anda melakukan kesalahan.
Sedangkan waktu yang mustajab untuk melaksanakan salat tobat ialah pada sepertiga malam yang bebarengan dengan prosesi salat sunnah tahajud.

Sampaikan segala kesedihan, kesalahan dan penyesalan atas perbuatan Anda di keheningan malam. Timbulnya ketenangan dan khusyuk pada diri ketika bertemu Allah melalui salat tersebut.

7. Lingkungan yang Baik

Tata cara tobat nasuha berikutnya dengan membuat diri Anda berada di lingkungan yang baik. Memulai hidup baru bersama rekan-rekan yang bisa membimbing dalam hal-hal positif. Tetap menjalin hubungan baik dengan orang yang pernah menyakiti.

8. Merahasiakan

Tata cara tobat nasuha yang perlu Anda lakukan selanjutnya dengan merahasiakan dosa yang pernah diperbuat sebelumnya. Biarlah itu menjadi urusan antara hamba dengan Tuhannya. Apapun dosa yang pernah tidak sengaja maupun sengaja, biarlah Anda yang tahu supaya terhindar dari aib.

"Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan". (HR. Malik)

Itulah Tata Cara Tobat Nasuha Lengkap Doa, Syarat dan Waktu yang Mustajab yang patut diketahui, sebagai bentuk permohonan dan penyesalan. Waktu yang baik dalam bertobat tentunya setiap kali Anda berbuat dosa dan berusaha untuk tidak melakukannya lagi. Semoga ridho Allah selalu menyertai.

Posting Komentar

0 Komentar